KUMPULAN CERITA WIRO SABLENG PDF

Semua orang menyaksikan apa yang terjadi dengan penuh cemas. Semua mata melotot tak berkesip, semua hati tercekat pekat ketika melihat bagaimana sosok harimau putih yang tadi seolah-olah menyelubungi tubuh Wiro, kini secara aneh dan perlahan-lahan terbetot keluar. Sedikit demi sedikit kelihatan sosok Wiro. Mula-mula dua kakinya, terus ke atas, pinggang, perut dada dan akhirnya utuh sampai ke kepala. Bersamaan dengan keluarnya sosok harimau dari tubuh Wiro, pemuda ini jatuh terduduk di tanah. Mukanya pucat pasi laksana mayat.

Author:Maugis Meztirg
Country:Angola
Language:English (Spanish)
Genre:Education
Published (Last):2 June 2015
Pages:403
PDF File Size:6.23 Mb
ePub File Size:1.74 Mb
ISBN:322-5-80335-760-3
Downloads:33285
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:JoJorn



Semua orang menyaksikan apa yang terjadi dengan penuh cemas. Semua mata melotot tak berkesip, semua hati tercekat pekat ketika melihat bagaimana sosok harimau putih yang tadi seolah-olah menyelubungi tubuh Wiro, kini secara aneh dan perlahan-lahan terbetot keluar. Sedikit demi sedikit kelihatan sosok Wiro. Mula-mula dua kakinya, terus ke atas, pinggang, perut dada dan akhirnya utuh sampai ke kepala.

Bersamaan dengan keluarnya sosok harimau dari tubuh Wiro, pemuda ini jatuh terduduk di tanah. Mukanya pucat pasi laksana mayat. Beberapa orang hendak bergerak mendekatinya tapi cepat dicegah oleh Kakek Segala Tahu. Di tanah Wiro duduk bersila pejamkan mata.

Sekujur tubuhnya ditutupi kabut tipis aneh yang tidak diketahui entah dari mana datangnya. Datuk Rao Bamato Hijau mengaum lagi. Begitu keluar dari tubuh Wiro, binatang gaib ini langsung menyergap Datuk Lembah Akhirat hingga manusia tinggi besar ini jatuh tertelentang di tanah.

Dia coba memukul kepala harimau tapi cakaran kaki binatang ini lebih dulu merobek wajahnya. Datuk Lembah Akhirat menjerit setinggi langit. Dari mukanya yang hancur akibat cakaran mengucur darah. Sambil menahan sakit dengan nekat Datuk Lembah Akhirat berusaha mencekik leher Datuk Rao Bamato Hijau, mencoba untuk melumpuhkan lawan dengan jalan menyedot kekuatannya.

Namun kali ini sang harimau telah lebih dahulu menghunjamkan gigi-giginya yang besar runcing dan menggigit dua tangan sang Datuk yang terbungkus sarung ular sakti. Datuk Lembah Akhirat berteriak setinggi langit ketika Sarung Tangan Penyedot Batin terenggut lepas bersama kutungan jari-jari tangannya. Ketika sarung tangan itu tanggal terlihat sepasang tangan sang datuk tidak lagi memiliki sepotong jari pun! Darah mengucur deras dari dua tangan yang buntung!

Datuk Lembah Akhirat menjerit tiada henti. Tubuhnya masih bisa berdiri tapi berguncang-guncang dan terhuyung-huyung kian kemari. Mukanya yang hancur mengepulkan asap aneh lalu berubah menjadi sehitam jelaga. Kengerian tidak hanya sampai di situ karena sebagian demi sebagian kepala Datuk Lembah Akhirat hancur meleleh. Kehancuran ini terus merambat ke tubuh dan berakhir di ujung kedua kakinya. Yang tidak ikut lumer adalah batu tiga warna yang menjadi sumber ilmu Mencabut Jiwa Memusnah Raga.

Beberapa orang menarik nafas lega. Tapi mendadak Datuk Rao Bamato Hijau mengaum keras. Sepasang Sarung Tangan Penyedot Batin yang ada dalam gigitan di mulutnya tiba-tiba berubah menjadi dua ekor ular kobra berwarna hijau, merah dan hitam, inilah sepasang ular jejadian yang merupakan titisan Dewi Ular yang ingin membalas sakit hati dendam kesumat terhadap Pendekar Wiro Sableng.

Dua ular kobra ini berusaha lepaskan diri dari gigitan Datuk Rao Bamato Hijau dengan jalan mematuk kian kemari. Ular pertama meliuk-liuk beberapa lama sebelum akhirnya menemui ajal lalu lenyap dalam bentuk kepulan asap.

Ular ke dua menyusul sirna tapi cuma bagian tubuh dan ekor. Bagian kepala yang masih tertinggal tiba-tiba melesat ke arah Pendekar Wiro Sableng yang saat itu tengah duduk bersila dalam keadaan terpejam, mengatur jalan nafas, peredaran darah dan tenaga dalamnya. Kejadian ini begitu cepat. Tidak terduga hingga semua orang yang menyaksikan hanya bisa keluarkan seruan tertahan.

Sesaat lagi kepala ular yang memiliki lidah dan gigi penuh bisa mematikan itu akan menancap di leher Wiro, tiba-tiba tangan kanan sang pendekar bergerak ke atas. Potongan kepala ular tenggelam dalam genggaman Wiro. Sekali tangannya meremas terdengar suara berkeretakan. Kepala ular titisan balas dendam Dewi Ular hancur. Lalu berubah menjadi kepulan asap dan lenyap! Perlahan-lahan Wiro buka kedua matanya.

Murid Sinto Gendeng ini tersentak kaget ketika tiba-tiba di depannya menyeruak sosok setengah badan seorang gadis cantik mengenakan mahkota berbentuk kepala ular. Sosok gaib itu lontarkan, senyum dingin dan angker. Tapi rohku akan kembali menitis untuk membalas kematianku dan guruku Ratu Ular!

Dari balik pakaian Sutan Alam ditanggalkannya Mantel Sakti. Lalu dia juga mengambil Mutiara Setan yang ada pada kakek itu. Dewa Tuak tiba-tiba berteriak. Muridku Anggini masih tersekap di Lembah Akhirat! Dewa Sedih menggerung keras. Perlu apa melepaskan kalian! Biar kalian pada mampus berdiri di tempat ini! Kami dikebiri! Anggota rahasia kami dicopot dan disembunyikan di satu tempat rahasia! Bagaimana kami bisa melawan! Sinto Gendeng berpaling pada Dewa Tuak lalu berkata.

Jika nanti terbukti keduanya berdusta, akan kuremas hancur burung mereka! Begitu mereka bebas Dewa Sedih menangis melolong-lolong. Dewa Ketawa angkat-angkat dua tangannya sambil tertawa girang. Hentikan tawa dan tangis kalian! Ayo sekarang buktikan kalau kalian benar-benar dikebiri. Tidak punya burung lagi! Dewa Sedih dan Dewa Ketawa tertegun saling pandang. Tiba-tiba Dewa Sedih angkat tinggi-tinggi pakaiannya berupa selempang kain putih sedang Dewa Ketawa turunkan celana hitam gombrongnya sampai ke paha.

Di bawah perut ke dua kakek ini memang tidak ada apa-apa. Kosong licin! Para nenek sunggingkan senyum seperti jijik tapi melirik juga lalu berusaha menahan tawa cekikikan.

Lain halnya dengan Tua Gila. Semuanya tertawa terpingkal-pingkal sampai keluar air mata melihat pemandangan aneh tapi nyata itu!

Dengan Naga Kuning sebagai penunjuk jalan rombongan orang-orang dari barat Telaga Gajahmungkur langsung menuju satu-satunya bangunan yang ada cahaya lampu minyak menyala. Itu adalah tempat kediaman Ki Juru Tenung alias Mangkutani. Ha nya tinggal beberapa belas langkah dari bangunan tiba-tiba pintu terbuka. Seorang bertubuh kurus kerempeng tanpa pakaian terbungkuk-bungkuk keluar menggotong sesosok tubuh.

Sosok ini kemudian dilem-parkannya dekat sebuah sumur. Orang yang dilemparkan itu adalah anakku! Kakek ini berpaling pada Naga Kuning yang tegak di sebelahnya.

Biasa dipanggil Ki Juru Tenung. Dia orang kepercayaan Datuk Lembah Akhirat. Dia punya penyakit aneh Tapi kata orang dia sering bersuka-suka dengan perempuan sejenisnya Ada di antara yang mereka tidak mengerti. Yang tahu apa yang dimaksud langsung menjadi dingin tengkuk masing-masing. Kakek Segala Tahu mendongak. Wiro dan Bujang Gila Tapak Sakti saling pandang lalu sama-sama menyengir. Dewa Tuak memandang melotot pada Naga Kuning. Pasti muridku Anggini sudah Akan kubunuh si Juru Tenung keparat itu!

Dewa Sedih keluarkan suara menggerung. Dewa Ketawa terbahak tertahan-tahan. Yang lain-lainnya mau tak mau tak bisa berdiam diri. Akhirnya semua menyerbu ke arah bangunan. Di sebelah belakang Dewa Sedih terdengar meratap. Kalau dia sampai mati bagaimana nasib diriku! Aku akan kehilangan anuku seumur-umur. Kalaupun ketemu bagaimana aku memasangnya! Aku malu Walaupun dalam keadaan bugil tapi si nenek ini sama sekali tidak berusaha menutupi auratnya.

Malah dia berteriak pada Dewa Sedih. Ada apa? Siapa orang-orang ini? Mana Datuk Lembah Akhirat!

TOP224YN PDF

Kumpulan Cerita Wiro Sableng

.

4790.2 A PDF

Kumpulan Cerita Wiro Sableng Lengkap

.

ENCEFALITIS LIMBICA PDF

Kumpulan Cerita Silat Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Wiro Sableng Lengkap

.

Related Articles