KATEKISMUS GEREJA KATOLIK PDF

Di Amerika Serikat, terjemahan bahasa Inggris diterbitkan pada tahun dan sebelum perilisannya telah dipesan lebih dari Ia juga menekankan bahwa katekismus ini "tidak dimaksudkan untuk menggantikan katekismus-katekismus lokal yang disetujui dengan benar oleh otoritas gerejawi, para Uskup diosesan dan Konferensi Uskup ". Sebaliknya, KGK adalah suatu sumber yang mendasari katekismus-katekismus semacam itu misalnya Youcat dan United States Catholic Catechism for Adults dan pemaparan ajaran Katolik yang lain, sehingga disebut sebagai sebuah "katekismus utama". Sebagaimana dinyatakan dalam konstitusi apostolik Fidei depositum, yang melaluinya diperintahkan publikasi KGK, karenanya KGK menjadi "suatu teks referensi yang pasti dan dapat dipercaya untuk pengajaran doktrin Katolik dan terutama untuk persiapan katekismus-katekismus lokal.

Author:Vuzahn Mazukora
Country:Ghana
Language:English (Spanish)
Genre:Science
Published (Last):25 September 2015
Pages:123
PDF File Size:17.71 Mb
ePub File Size:16.29 Mb
ISBN:387-8-55657-299-4
Downloads:42935
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kijas



Pengantar Tuhan telah mempercayakan kepada Gereja-Nya tugas untuk memelihara harta pusaka iman, dan Gereja memenuhi tugas ini pada segala zaman. Konsili Vatikan II, yang dibuka tiga puluh tahun silam oleh pendahulu saya almarhum Yohanes XXIII, mempunyai tujuan dan keinginan menjelaskan perutusan apostolik dan pastoral Gereja, menjadikan kebenaran Injil bersinar dan dengan demikian membimbing semua manusia supaya mencari dan menerima cinta Kristus yang melampaui segala pengetahuan bdk.

Ef Karena itu, pada tempat pertama konsili tidak perlu mengecam kekeliruan zaman itu, tetapi harus berusaha dengan tenang terutama untuk mengusahakan satu uraian yang jelas mengenai kekuatan dan keindahan ajaran iman. Paus berkata pada waktu itu: "Disinari oleh terang konsili ini, Gereja akan bertumbuh dengan kekayaan rohani yang baru, akan mendapat kekuatan dan daya baru dan akan memandang ke depan tanpa perasaan takut.

Kita wajib untuk dengan rela dan tanpa takut mengabdikan diri kepada tugas ini yang dituntut oleh zaman kita, dan dengan demikian melanjutkan perjalanan yang telah ditempuh oleh Gereja sejak hampir dua puluh abad" [1].

Dengan bantuan Allah bapa-bapa konsili dalam karya yang memakan waktu empat tahun dapat menyusun sejumlah besar ajaran dan petunjuk pastoral untuk seluruh Gereja. Para gembala dan umat dapat menemukan di dalamnya petunjuk untuk "pembaharuan berpikir, bertindak, susila dan kekuatan moral, kegembiraan dan harapan, seturut tujuan konsili itu" [2].

Sesudah ditutup, konsili tidak berhenti menggerakkan kehidupan Gereja. Dalam tahun saya dapat mengatakan: "Bagi saya, yang mendapat rahmat yang begitu khusus untuk mengambil bagian pada konsili dan dapat ikut serta secara aktif sampai selesainya, Konsili Vatikan II selalu dan terutama dalam tahun-tahun Pontifikat saya adalah tolok ukur tetap untuk seluruh karya pastoral saya, dan saya telah berupaya dengan sadar, menerapkan petunjuk-petunjuknya secara konkret dan tepat pada tiap Gereja lokal dan pada Gereja seluruhnya.

Tanpa henti-hentinya kita harus kembali kepada sumber ini" [3]. Dalam semangat ini telah saya undang pada tanggal 25 Januari satu sinode luar biasa para Uskup dalam kaitan dengan hari ulang tahun kedua puluh berakhirnya konsili. Tujuan sinode itu ialah menilai rahmat dan buah-buah rohani dari Konsili Vatikan II dan mendalami ajarannya supaya kita dapat mengikutinya dengan lebih baik lagi, demikian pula memajukan pengetahuan tentangnya dan pelaksanaannya lebih lanjut. Pada kesempatan ini bapa-bapa sinode menegaskan: "Disepakati bersama agar disusun satu katekismus atau dengan lebih tepat satu kompendium mengenai seluruh ajaran iman dan susila Katolik, boleh dikatakan sebagai acuan untuk katekismus atau kompendium yang harus disusun di berbagai wilayah.

Penjelasannya harus bersifat biblis dan liturgis, harus menyajikan ajaran yang benar dan serentak disesuaikan dengan kehidupan hari ini" [4]. Sesudah menutup sinode itu saya mengambil alih keinginan ini karena menurut pendapat saya, ini "sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan nyata Gereja universal dan Gereja-gereja lokal" [5]. Sungguh sepatutnya kita bersyukur dengan segenap hati kepada Tuhan pada hari ini karena di bawah judul "Katekismus Gereja Katolik", kami dapat mempersembahkan kepada seluruh Gereja satu teks acuan untuk katekese yang diperbaharui dari sumber- sumber iman yang hidup.

Sesudah pembaharuan liturgi dan revisi kodeks hukum kanonik Gereja Latin dan norma- norma Gereja Katolik Timur, katekismus ini akan menggapai satu sumbangan penting bagi karya pembaharuan seluruh kehidupan Gereja seperti yang dikehendaki dan dimulai oleh Konsili Vatikan II. Jadinya Teks dan Pokok-pokok Pemikirannya "Katekismus Gereja Katolik" adalah hasil dari suatu kerja sama yang sangat luas jangkauannya: ia dihasilkan dalam waktu enam tahun kerja yang intensif dalam jiwa keterbukaan yang saksama dan semangat yang terdedikasi.

Dalam tahun saya memberikan tugas kepada satu komisi yang terdiri dari dua belas Kardinal dan Uskup di bawah pimpinan Bapa Kardinal Yosef Ratzinger, supaya 2 mempersiapkan satu rancangan untuk katekismus seperti yang dikehendaki oleh bapa- bapa sinode. Selanjutnya satu tim redaksi yang terdiri dari tujuh Uskup diosesan, demikian pula Para ahli dalam bidang teologi dan katekese membantu komisi ini dalam pekerjaannya.

Komisi itu bertugas, memberi petunjuk dan mengawasi jalannya pekerjaan. Ia menyertai semua langkah redaksi dalam sembilan tahap perumusan berturut-turut dengan penuh perhatian. Pihak tim redaksi telah menerima tanggung jawab untuk menuliskan teks dan memasukkan perubahan-perubahan yang dituntut oleh komisi, serta menilai tanggapan dari sejumlah besar teolog, ekseget dan kateket dan terutama dari Para Uskup seluruh dunia, untuk memperbaiki teks.

Tim redaksi itu merupakan satu wadah pertukaran pikiran yang produktif dan memperkaya guna menjamin kesatuan dan keseragaman teks. Rancangan itu lalu dibicarakan secara luas oleh semua Uskup Katolik, oleh konferensi- konferensi para Uskup atau sinode mereka, selanjutnya oleh lembaga-lembaga di bidang teologi dan katekese. Secara keseluruhan ia mendapat sambutan yang baik dari episkopat, dan dengan alasan kilat orang dapat mengatakan bahwa katekismus ini merupakan hasil kerja sama episkopat Gereja Katolik yang dengan rela telah menerima himbauan saya, dan memikul sahamnya sendiri pada tanggung jawab dalam suatu prakarsa yang begitu langsung menyangkut kehidupan Gereja.

Jawaban ini menimbulkan dalam diri saya kegembiraan yang mendalam karena harmoni dari begitu banyak suara benar-benar melukiskan apa yang dapat dinamakan "simfoni" iman. Penerbitan katekismus ini memancarkan dengan demikian hakikat kolegial dari episkopat: ia memberikan kesaksian mengenai katolisitas Gereja. Susunan Isi Satu katekismus menggambarkan dengan setia dan secara organis ajaran dari Kitab Suci, dari tradisi yang hidup di dalam Gereja dan dari magisterium wewenang mengajar yang otentik, demikian juga warisan rohani dari bapa-bapa Gereja, para pria dan wanita kudus dalam Gereja, untuk memperkenalkan lebih baik misteri Kristen dan untuk menghidupkan kembali iman umat Allah.

Ia harus memperhatikan perkembangan ajaran yang dalam peredaran waktu dicurahkan Roh Kudus kepada Gereja. Katekismus ini juga harus menjadi satu bantuan bagi orang Kristen supaya dengan terang iman dapat menyinari situasi dan masalah baru yang belum tampak di waktu yang silam.

Karena itu katekismus akan mencakup yang lama dan yang baru bdk. Mat karena iman itu tetap sama, namun serentak merupakan sumber sinar yang selalu baru. Untuk menjawab keperluan ganda ini, maka "Katekismus Gereja Katolik" di satu pihak menggunakan susunan "lama" dan tradisional, yang sudah diikuti katekismus santo Pius V, dan membagi-bagi materi dalam empat bagian: syahadat; liturgi kudus, terutama Sakramen; kegiatan Kristen, yang dijelaskan dengan bertolak dari perintah-perintah; dan akhirnya doa Kristen.

Tetapi serentak seluruh isi sering dipaparkan dalam bentuk "baru" untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan zaman kita. Keempat bagian itu berhubungan satu dengan yang lain: Misteri Kristen adalah pokok iman bagian pertama ; misteri yang sama dirayakan dan diberikan dalam kegiatan liturgi bagian kedua ; misteri itu hadir, untuk menerangi dan menunjang anak-anak Allah dalam perbuatannya bagian ketiga ; misteri itu merupakan dasar untuk doa kita, yang ungkapan utamanya adalah "Bapa Kami", dan merupakan pokok permohonan kita, pujian kita dan syafaat kita bagian keempat.

Liturgi itu sendiri adalah doa; karena itu, perayaan ibadat merupakan tempat yang cocok bagi pengakuan iman. Rahmat, buah Sakramen-sakramen, adalah prasyarat mutlak bagi perbuatan kita, demikian pula keikutsertaan kita dalam liturgi Gereja menuntut iman. Tetapi kalau iman tidak menampakkan diri dalam perbuatan, ia mati bdk. Yak dan tidak dapat menghasilkan buah untuk kehidupan kekal. Setelah wafat dan bangkit, Ia selalu hadir dalam Gereja-Nya, terutama dalam Sakramen- sakramen.

Ia adalah sumber iman, contoh kegiatan Kristen dan Guru doa kita. Wibawa Teks "Katekismus Gereja Katolik", yang saya sahkan pada tanggal 25 Juni dan yang penerbitannya saya tetapkan hari ini berdasarkan jabatan apostolik saya, adalah satu penjelasan iman Gereja dan ajaran Katolik seperti yang disaksikan dan diterangi oleh Kitab Suci, oleh tradisi apostolik dan oleh Wewenang Mengajar Gereja. Saya mengakuinya sebagai alat yang sah dan legitim dalam pelayanan persekutuan Gereja, selanjutnya sebagai norma yang pasti untuk ajaran iman.

Semoga ia dapat melayani pembaharuan yang untuknya Roh Kudus tanpa henti-hentinya memanggil Gereja Allah, tubuh Kristus, penziarah di jalan menuju terang Kerajaan abadi. Pengesahan dan penerbitan "Katekismus Gereja Katolik" merupakan satu pelayanan yang dapat diberikan pengganti Petrus kepada Gereja Katolik yang kudus dan kepada semua Gereja lokal, yang hidup dalam damai dan persekutuan dengan Takhta Apostolik Roma: yaitu pelayanan untuk menguatkan dan meneguhkan semua murid Tuhan Yesus di dalam iman bdk.

Luk , dan untuk mengukuhkan ikatan kesatuan dalam iman apostolik yang sama. Karena itu, saya minta kepada para gembala dan umat beriman agar menerima katekismus ini dalam semangat persekutuan dan mempergunakannya secara cermat dalam memenuhi perutusannya, apabila mereka mewartakan Injil dan mengajak orang untuk hidup menurut Injil. Katekismus ini dipercayakan kepada mereka supaya dapat dipakai sebagai teks acuan yang sah dan otentik untuk penjelasan ajaran Katolik dan teristimewa untuk menyusun katekismus di wilayah-wilayah.

Sekaligus ia ditawarkan kepada semua warga beriman yang ingin memperdalam pengetahuannya mengenai kekayaan keselamatan yang tidak habis-habis-nya bdk. Yoh Selanjutnya ia mau memberikan juga satu dukungan untuk upaya-upaya ekumenis, yang mencakup kerinduan kudus menuju kesatuan semua orang Kristen, kalau ia menunjukkan dengan cermat isi dan hubungan yang harmonis dari iman Katolik. Akhirnya "Katekismus Gereja Katolik" dipersembahkan kepada setiap manusia yang bertanya kepada kita mengenai dasar harapan kita bdk.

Katekismus ini tidak bertujuan untuk menggantikan katekismus wilayah yang sudah disahkan menurut peraturan oleh otoritas Gereja, oleh Uskup diosesan dan oleh konferensi para Uskup, terutama apabila mereka sudah mendapat pengesahan Takhta Apostolik. Ia bertujuan untuk menggairahkan penyusunan katekismus wilayah yang baru dan untuk membantu mereka yang memperhitungkan situasi dan kultur yang berbeda-beda, namun sekaligus dengan saksama memelihara kesatuan iman dan kesetiaan kepada ajaran Katolik.

Penutup Pada akhir dokumen ini, yang memperkenalkan "Katekismus Gereja Katolik", saya mohon kepada Perawan Maria tersuci, bunda Sabda yang telah menjadi manusia dan bunda Gereja, supaya dengan doa yang berkuasa ia membantu pelayanan katekese dalam seluruh Gereja pada segala tingkat dalam zaman ini karena zaman kita ini dipanggil kepada satu upaya baru demi evangelisasi.

Semoga terang iman yang benar dapat membebaskan umat manusia dari ketidakpahaman dan dari perhambaan dosa dan dengan demikian menghantarnya menuju kebebasan satu-satunya yang layak mendapat nama ini bdk.

Yoh : kebebasan kehidupan dalam Yesus Kristus di bawah bimbingan Rob. Kudus, di dunia ini dan di Kerajaan surga, dalam kepenuhan kebahagiaan pemandangan Allah dari muka ke muka bdk. Berdasarkan keputusan-Nya yang dibuat Karena kebaikan semata-mata, Ia telah menciptakan manusia dengan kehendak bebas, supaya manusia itu dapat mengambil bagian dalam kehidupan-Nya yang bahagia. Karena itu, pada setup saat dan di mana-mana Ia dekat dengan manusia. Ia memanggil manusia dan menolongnya untuk mencari- Nya, untuk mengenal-Nya, dan untuk mencintai-Nya dengan segala kekuatannya.

Ia memanggil semua manusia yang sudah tercerai-berai satu dari yang lain oleh dosa ke dalam kesatuan keluarga-Nya, Gereja. Ia melakukan seluruh usaha itu dengan perantaraan Putera-Nya, yang telah Ia utus sebagai Penebus dan Juru Selamat, ketika genap waktunya.

Dalam Dia dan oleh Dia Allah memanggil manusia supaya menjadi anak-anak-Nya dalam Roh Kudus, dan dengan demikian mewarisi kehidupan-Nya yang bahagia.

Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" Mat Berdasarkan perutusan ini mereka "pergi memberitakan Injil ke segala penjuru dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya" Mrk Warisan bernilai yang diterima dari para Rasul ini dipelihara dengan setia oleh pengganti-pengganti mereka. Semua yang beriman kepada Kristus dipanggil supaya melanjutkannya dari generasi 5 ke generasi, dengan mewartakan imam dengan menghayatinya dalam persekutuan persaudaraan dan dengan merayakannya dalam liturgi dan dalam doa.

Mewariskan Iman - Katekese 4 Gereja berusaha untuk menjadikan manusia murid-murid Kristus; ia hendak membantu mereka agar dapat percaya bahwa Yesus adalah Putera Allah, supaya dengan perantaraan iman itu mereka memperoleh kehidupan dalam nama-Nya. Melalui pengajaran, Gereja berusaha mendidik manusia menuju kehidupan mi dan dengan demikian membangun Tubuh Kristus. Semua usaha ini sudah sejak dahulu disebut katekese.

Bukan saja meluasnya lingkup geografis dan pertumbuhan jumlah anggotanya, melainkan terutama perkembangan rohaninya dan keselarasan hidupnya dengan rencana Allah secara hakiki tergantung pada katekese" CT Demikianlah dalam zaman luhur bapa-bapa Gereja, Uskup-uskup yang suci telah mengabdikan sebagian besar pelayanan rohani mereka kepada katekese.

Itulah zaman Santo Sirilus dari Yerusalem dan santo Yohanes Krisostomus, santo Ambrosius dan santo Agustinus dan banyak bapa- bapa yang lain; karya kateketis mereka masih tetap patut dicontoh. Dalam hubungan ini Konsili Trente merupakan satu contoh yang sangat berarti; dalam konstitusi dan dekretnya ia memberi tempat yang terhormat kepada katekese; darinya muncullah Katekismus Romawi, yang dinamakan juga Katekismus Tridentin, dan yang sebagai ringkasan ajaran Kristen merupakan karya terkemuka; konsili itu memberi dorongan di dalam Gereja untuk mengatur katekese dengan lebih baik dan menghasilkan penerbitan banyak katekismus berkat para Uskup dan teolog yang suci seperti santo Petrus Kanisius, Santo Karolus Boromeus, Santo Turibio dari Mongrovejo dan Santo Robertus Belarminus.

Direktorium katekese umum tahun , sinode Para Uskup mengenai evangelisasi dan mengenai katekese demikian juga surat-surat apostolik yang berkaitan yakni "Evangelii Nuntiandi" dan "Catechesi tradendae" memberikan kesaksian tentang itu. Sinode luar biasa para Uskup tahun menghimbau agar disusun "satu katekismus atau satu kompendium mengenai seluruh ajaran iman dan kesusilaan Katolik" Laporan akhir II B a 4.

Paus Yohanes Paulus II menjadikan keinginan sinode para Uskup ini sebagai tugas pribadinya ketika ia mengakui bahwa "keinginan ini sangat sesuai dengan kebutuhan yang sebenarnya dari Gereja universal dan Gereja-gereja lokal" Wejangan 7 Desember Ia berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi keinginan bapa- bapa sinode ini.

Tujuan dan Sasaran Katekismus 6 11 Katekismus ini hendak menyampaikan dalam terang Konsili Vatikan II dan seluruh tradisi Gereja satu sintesis yang organis mengenai isi yang hakiki dan mendasar tentang ajaran iman dan kesusilaan Katolik. Sumber-sumber utamanya adalah Kitab Suci, bapa-bapa Gereja, liturgi, dan magisterium Gereja. Katekismus ini dimaksudkan sebagai "acuan untuk katekismus atau kompendium yang harus disusun di berbagai wilayah" Sinode para Uskup , Laporan Akhir II B a 4.

Katekismus ini diberikan kepada mereka sebagai bantuan kerja dalam tugas mengajar Umat Allah. Selain bagi para Uskup, katekismus ini juga dimaksudkan bagi pengarang katekismus, para imam, dan katekis. Tetapi diharapkan, agar juga merupakan bacaan berguna bagi semua warga Kristen yang lain. Kerangka Katekismus 13 Katekismus ini disusun sesuai dengan keempat tiang utama dalam tradisi besar penyusunan katekismus: pengakuan iman pembaptisan pengakuan iman atau syahadat , Sakramen-sakramen iman, kehidupan iman perintah-perintah dan doa orang beriman Bapa Kami.

Pengakuan Iman Bagian I 14 Barang siapa bergabung dengan Kristus melalui iman dan Pembaptisan harus mengakui iman pembaptisannya di depan manusia [1].

Karena itu, katekismus ini berbicara pertama-tama mengenai wahyu, olehnya Allah berpaling kepada manusia dan memberikan Diri kepadanya, dan mengenai iman dengannya manusia menjawab wahyu Allah itu Seksi I.

Pengakuan iman mencakup semua anugerah yang diberikan Allah kepada manusia sebagai pemrakarsa segala yang baik, sebagai penebus, dan sebagai pengudus. Pengakuan iman tersusun sesuai dengan tiga pokok utama iman pembaptisan kita yaitu: iman kepada Allah yang esa, Bapa yang mahakuasa, dan Pencipta; iman kepada Yesus Kristus, Putera-Nya, Tuhan kita, dan Penebus. Sakramen-sakramen Iman Bagian II 15 Bagian kedua dari katekismus menguraikan bagaimana keselamatan, yang dikerjakan satu kali untuk selama-lamanya oleh Allah melalui Yesus Kristus dalam Roh Kudus itu, dihadirkan bagi kita: melalui kegiatan-kegiatan kudus liturgi Gereja Seksi I , terutama melalui ketujuh Sakramen Seksi II.

UGN3503U PDF

[PDF] Download Katekismus Gereja Katolik (CATECHISM OF THE CATHOLIC CHURCH)

.

LOS RIOS PROFUNDOS ARGUEDAS PDF

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

.

GUJARATI UKHANE PDF

.

CATALOGO PREMI CONAD 2010 PDF

.

Related Articles