JURNAL PENCERNAAN NON RUMINANSIA PDF

Ternak dapat dibagi menjadi ternak rumniansia, non ruminansia unggas dan pseudoruminan kuda dan kelinci. Kali ini saya akan membahas tentang perbadaan antara ternak ruinansia dan ternak non ruminansia unggas. Perbedaan antara ternak ruminansia dan non ruminansia unggas dapat dilihat dari sistem pencernaannya, kebutuhan nutrisi, pakan serta cara memanfaatkan pakan tersebut untuk berproduksi. Ruminansia Ruminansia merupakan binatang berkuku genap subordo dari ordo Artiodactyla disebut juga mammalia berkuku. Nama ruminan berasal dari bahasa Latin "ruminare" yang artinya mengunyah kembali atau memamah biak, sehingga dalam bahasa Indonesia dikenal dengan hewan memamah biak. Hewan ruminansia umumnya herbivora atau pemakan tanaman, sehingga sebagian besar makanannya adalah selulose, hemiselulose dan bahkan lignin yang semuanya dikategorikan sebagai serat kasar.

Author:Goltit Tulmaran
Country:Australia
Language:English (Spanish)
Genre:Travel
Published (Last):13 September 2006
Pages:160
PDF File Size:1.60 Mb
ePub File Size:2.26 Mb
ISBN:907-6-30590-491-3
Downloads:45816
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kajilkree



Berbeda dengan hewan ruminansia , pada hewan non rumiansia atau dikenal juga dengan hewan monogastrik karena lambungnya hanya terdiri atas satu buah lambung. Pada hewan non ruminansia ini ada dua jenis yaitu hewan monogastrik dan unggas yang juga berbeda dalam sistem pencernaannya. Hewan monogastrik karena struktur lambung yang berbeda maka agar pakan dapat tercerna dengan baik maka struktur gigi pada hewan non ruminansia juga berbeda dengan hewan ruminansia.

Gigi pada hewan monogastrik lebih banyak berperan dalam pencernaan secara mekanis. Makanan yang sudah ditelan tidak dikeluarkan lagi untuk pengunyahan kedua. Pada hewan ini pengunyahan hanya dilakukan satu kali saja. Ada beberapa hewan yang termasuk monogastrik seperti kuda dan babi.

Pada unggas pencernaan dibantu oleh empedal atau disebut juga gizzard, dimana dalam empedal ini terjadi pencernaan secara mekanis oleh dinding empedal. Pada kuda caecum sangat berperan dalam pencernaan hijauan. Hewan seperti kuda, kelinci, dan marmut tidak mempunyai struktur lambung seperti pada sapi untuk fermentasi seluIosa.

Proses fermentasi atau pembusukan yang dilaksanakan oleh bakteri terjadi pada sekum yang banyak mengandung bakteri.

Proses fermentasi pada sekum tidak seefektif fermentasi yang terjadi di lambung. Akibatnya kotoran kuda, kelinci, dan marmut lebih kasar karena proses pencernaan selulosa hanya terjadi satu kali, yakni pada sekum. Sedangkan pada sapi proses pencernaan terjadi dua kali, yakni pada lambung dan sekum yang kedua-duanya dilakukan oleh bakteri dan protozoa tertentu. Pada kelinci dan marmut, kotoran yang telah keluar tubuh seringkali dimakan kembali.

Kotoran yang belum tercerna tadi masih mengandung banyak zat makanan, yang akan dicernakan lagi oleh kelinci. Sekum pada pemakan tumbuh-tumbuhan lebih besar dibandingkan dengan sekum karnivora. Hal itu disebabkan karena makanan herbivora bervolume besar dan proses pencernaannya berat, sedangkan pada karnivora volume makanan kecil dan pencernaan berlangsung dengan cepat.

Usus pada sapi sangat panjang, usus halusnya bisa mencapai 40 meter. Enzim selulase yang dihasilkan oleh bakteri ini tidak hanya berfungsi untuk mencerna selulosa menjadi asam lemak, tetapi juga dapat menghasilkan bio gas yang berupa CH4 yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif. Perbedaan sistem pencernaan ruminansia dan non ruminansia terletak pada struktur gigi dan lambung, sedangkan proses yang lain-lain sama.

GEORGE BALAITA LUMEA IN DOUA ZILE PDF

PERBEDAAN TERNAK RUMINANSIA DAN NON RUMINANSIA (UNGGAS)

Latar Belakang Ruminansia merupakan binatang berkuku genap subordo dari ordo Artiodactyla disebut juga mammalia berkuku. Nama ruminan berasal dari bahasa Latin "ruminare" yang artinya mengunyah kembali atau memamah biak, sehingga dalam bahasa Indonesia dikenal dengan hewan memamah biak. Hewan ruminansia umumnya herbivora atau pemakan tanaman, sehingga sebagian besar makanannya adalah selulose, hemiselulose dan bahkan lignin yang semuanya dikategorikan sebagai serat kasar. Hewan ini disebut juga hewan berlambung jamak atau polygastric animal, karena lambungnya terdiri atas rumen, retikulum, omasum dan abomasum.

JUMO PAPERLESS RECORDER PDF

Metabolisme Pakan Pada Ternak Ruminansia

Dalam sistem klasifikasi, manusia dan hewan ruminansia pada umumnya mempunyai kesamaan siri dari sistem pencernaan hewan ruminansia dan manusia. Contoh hewan ruminansia ialah kerbau, domba, kambing, sapi, kuda, jerapah, kancil, rusa dan lain — lain. Ditinjau dari cara makan dan sistem pencernaannya, hewan ruminansia atau hewan memamah biak termasuk hewan yang unik. Mereka dapat mengunyah atau memamah makanannya yang berupa rerumputan melalui 2 fase. Fase pertama terjadi saat awal kali mereka makan, makanannya itu hanya dikunyah sebentar dan masih kasar. Mereka kemudian menyimpan makanannya itu dalam rumen lambung. Selang beberapa waktu saat lambung sudah penuh, mereka kemudian mengeluarkan makanan yang dikunyahnya tadi untuk dikunyah kembali hingga teksturnya lebih halus.

NATURAL GAS PRODUCTION ENGINEERING MOHAN KELKAR PDF

Sistem Pencernaan Hewan Non Ruminansia

Jika dibandingkan dengan kuda, faring pada sapi lebih pendek. Esofagus kerongkongan pada sapi sangat pendek dan lebar serta lebih mampu berdilatasi mernbesar. Esofagus berdinding tipis dan panjangnya bervariasi diperkirakan sekitar 5 cm. Lambung mempunyai peranan penting untuk menyimpan makanan sementara yang akan dimamah kembali kedua kah. Selain itu, pada lambung juga terjadi proses pembusukan dan peragian. Lambung ruminansia terdiri atas 4 bagian, yaitu rumen, retikulum, omasum, dan abomasum dengan ukuran yang bervariasi sesuai dengan umur dan makanan alamiahnya. Pembagian ini terlihat dari bentuk gentingan pada saat otot sfinkter berkontraksi.

EXTRON ANNOTATOR PDF

Berbeda dengan hewan ruminansia , pada hewan non rumiansia atau dikenal juga dengan hewan monogastrik karena lambungnya hanya terdiri atas satu buah lambung. Pada hewan non ruminansia ini ada dua jenis yaitu hewan monogastrik dan unggas yang juga berbeda dalam sistem pencernaannya. Hewan monogastrik karena struktur lambung yang berbeda maka agar pakan dapat tercerna dengan baik maka struktur gigi pada hewan non ruminansia juga berbeda dengan hewan ruminansia. Gigi pada hewan monogastrik lebih banyak berperan dalam pencernaan secara mekanis.

Related Articles