TAKHRIJ HADITS PDF

Bila ia mengakhirinya dengan kata akhrajahul muslim berarti hadits tersebut terdapat dalam kitab Shahih Muslim. Makanya dari faktor ini, kegiatan penelitian hadits takhrij dilakukan. Dari dukungan tersebut, jika terdapat pada bagian perawi tingkat pertama yaitu tingkat sahabat maka dukungan ini dikenal dengan syahid. Dengan demikian, kegiatan penelitian takhrij terhadap hadits dapat dilaksanakan dengan baik jika seorang peneliti dapat mengetahui semua asal-usul matarantai sanad dan matannya dari sumber pengambilannya. Akan tetapi untuk menelusuri hadits tidak cukup hanya satu kitab koleksi, tetapi dari berbagai kitab koleksi hadits lainnya.

Author:Nirr Shaktishicage
Country:Oman
Language:English (Spanish)
Genre:Art
Published (Last):28 April 2007
Pages:492
PDF File Size:16.62 Mb
ePub File Size:1.75 Mb
ISBN:334-8-44686-165-3
Downloads:88248
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Migami



Bila ia mengakhirinya dengan kata akhrajahul muslim berarti hadits tersebut terdapat dalam kitab Shahih Muslim. Makanya dari faktor ini, kegiatan penelitian hadits takhrij dilakukan. Dari dukungan tersebut, jika terdapat pada bagian perawi tingkat pertama yaitu tingkat sahabat maka dukungan ini dikenal dengan syahid. Dengan demikian, kegiatan penelitian takhrij terhadap hadits dapat dilaksanakan dengan baik jika seorang peneliti dapat mengetahui semua asal-usul matarantai sanad dan matannya dari sumber pengambilannya.

Akan tetapi untuk menelusuri hadits tidak cukup hanya satu kitab koleksi, tetapi dari berbagai kitab koleksi hadits lainnya. Hal ini terjadi mengingat banyaknya para kolektor yang telah membuat kitab koleksi mereka masing-masing, sehingga menjadi penyebab sulitnya hadits ditelusuri sampai pada sumber asalnya lantaran terhimpun dalam banyak kitab. Ada beberapa kitab yang diperlukan untuk melakukan takhrij hadits. Adapun kitab-kitab tersebut antara lain: 1.

Kitab ini disusun khusus untuk mencari hadits-hadits yang termuat dalam Shahih Al-Bukhari. Lafal-lafal hadits disusun menurut aturan urutan huruf abjad arab. Namun hadits-hadits yang dikemukakan secara berulang dalam Shahih Bukhari tidak dimuat secara berulang dalam kamus di atas.

Dengan demikian perbedaan lafal dalam matan hadits riwayat Al-Bukhari tidak dapat diketahui lewat kamus tersebut. Juz V ini merupakan kamus terhadap juz ke-I — IV yang berisi: a. Daftar urutan judul kitab serta nomor hadits dan juz yang memuatnya. Daftar nama para sahabat Nabi yang meriwayatkan hadits yang termuat dalam Shahih Muslim. Daftar awal matan hadits dalam bentuk sabda yang tersusun menurut abjad serta diterangkan nomor-nomor hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, bila kebetulan hadits tersebut juga diriwayatkan oleh Bukhari.

Kitab ini dapat digunakan untuk mencari hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan diriwayatkan oleh Muslim. Akan tetapi hadits-hadits yang dimuat dalam kitab ini hanyalah hadits-hadits yang berupa sabda qauliyah saja.

Hadits-hadits tersebut disusun menurut abjad dari awal lafal matan hadits. Susunan kitabnya diberi judul Tarikhul Bagdadi yang terdiri atas 4 jilid. Sebagian dari hadits-hadits itu ada yang ditulis secara lengkap dan ada pula yang ditulis sebagian-sebagian saja, namun telah mengandung pengertian yang cukup. Kitab hadits tersebut juga menerangkan nama-nama sahabat Nabi yang meriwayatkan hadits yang bersangkutan dan nama-nama mukharijnya periwayat hadits yang menghimpun hadits dalam kitabnya.

Selain itu, hampir setiap hadits yang dikutip dijelaskan kualitasnya menurut penilaian yang dilakukan atau disetujui oleh As-suyuti. Di antara anggota tim yang paling aktif dalam kegiatan proses penyusunan ialah Dr. Arnold John Wensinck w. Kitab ini dimaksudkan untuk mencari hadits berdasarkan petujuk lafal matan hadits. Berbagai lafal yang disajikan tidak dibatasi hanya lafal-lafal yang berada di tengah dan bagian-bagian lain dari matan hadits.

Dalam takhrij terdapat beberapa macam metode yang diringkas dengan mengambil pokok-pokoknya sebagai berikut : Metode Pertama, takhrij dengan cara mengetahui perawi hadits dari shahabat Metode ini dikhususkan jika kita mengetahui nama shahabat yang meriwayatkan hadits, lalu kita mencari bantuan dari tiga macam karya hadits : Al-Masaanid musnad-musnad : Dalam kitab ini disebutkan hadits-hadits yang diriwayatkan oleh setiap shahabat secara tersendiri.

Selama kita telah mengetahui nama shahabat yang meriwayatkan hadits, maka kita mencari hadits tersebut dalam kitab al-masaanid hingga mendapatkan petunjuk dalam satu musnad dari kumpulan musnad tersebut. Dengan mengetahui nama shahabat dapat memudahkan untuk merujuk haditsnya. Kitab-kitab Al-Athraf : Kebanyakan kitab-kitab al-athraf disusun berdasarkan musnad-musnad para shahabat dengan urutan nama mereka sesuai huruf kamus.

Jika seorang peneliti mengetahui bagian dari hadits itu, maka dapat merujuk pada sumber-sumber yang ditunjukkan oleh kitab-kitab al-athraf tadi untuk kemudian mengambil hadits secara lengkap. Kitab ini disusun oleh seorang orientalis, yaitu Dr.

Vensink meninggal M , seorang guru bahasa Arab di Universitas Leiden Belanda; dan ikut dalam menyebarkan dan mengedarkannya kitab ini adalah Muhammad Fuad Abdul-Baqi.

Metode Keempat, takhrij dengan cara mengetahui tema pembahasan hadits Jika telah diketahui tema dan objek pembahasan hadits, maka bisa dibantu dalam takhrij-nya dengan karya-karya hadits yang disusun berdasarkan bab-bab dan judul-judul. Cara ini banyak dibantu dengan kitab Miftah Kunuz As-Sunnah yang berisi daftar isi hadits yang disusun berdasarkan judul-judul pembahasan.

Kitab ini disusun oleh seorang orientalis berkebangsaan Belanda yang bernama Dr. Arinjan Vensink juga. Kitab ini mencakup daftar isi untuk 14 kitab hadits yang terkenal, yaitu : Shahih Bukhari.

MAFFESOLI TRIBES PDF

Tulisan Terakhir

Apakah hadits maqbul atau mardud, kegiatan takhrijhadits sangatlah penting. Serta akan menguatkan keyakinan kita untuk mengamalkan hadits tersebut. Dalam hal ini kita bersama-sama akan membahas tentang cara penyampaian hadits takhrijhadits. Perumusan Masalah 1. Apa pengertian dari TakhrijHadits? Bagaimana sejarah perkembangan dan apa saja kitab-kitab yang memuat tentang TakhrijHadits? Bagaimana metode dalam mentakhrijhadits?

KAKO UMOM IZLECITI TELO PDF

TAKHRIJ HADITS

Dimana perawi terakhirnya adalah Muslim Ibn Ibrahim. Untuk mempermudah gambaran periwayatan hadits tersebut maka disini sicantumkan skema periwayatannya. Karena beliau termasuk dari golongan sahabat. Namun, ulama berbeda pendapat tentang keikutsertaanya pada perang badar.

LTSP DOCUMENTATION PDF

Selain itu takhrij juga bisa memiliki arti sama dengan al-istinbath, al-tadrib, dan al-taujih. Maknanya juga bisa dari makna al-ikhraj yang sama dengan al-ibraz dan al-idzhar. Adapun secara terminology ilmu hadits takhrij adalah menunjukkan keberadaan suatu hadits di dalam kitab-kitab yang merupakan sumber utama hadits dengan mencantumkan sanad, kemudian menjelaskan tingkatan-tingkatanya ketika dibutuhkan. Secara global metode-metode sebagai berikut: a. Takhrij al-Hadits dengan cara mengetahui kata yang pertama dalam matan suatu hadits. Kita bisa memakai metode ini untuk takhrij al-hadits jika kita telah menemukan kata yang pertama disebut di dalam suatu hadits.

Related Articles