MAKALAH ASCARIS LUMBRICOIDES PDF

Pada angka 1 dalam gambar di atas, cacing dewasa yang tinggal di usus kecil manusia melakukan perkawinan dalam sehari, cacing betina mampu memproduksi Pada angka 2, dimana telur-telur keluar bersama feses, telur-telur yang dibuahi akan berekmbang menjadi bentuk infektif dalam 3 minggu, yang ditunjukan pada angka 3. Pada angka 4, bentuk infektif yang tertelan akan menetas di usus halus angka5. Larva yangmenetas menembus dinding usus halus menuju pembuluh darah atau saluran limfe menuju paru-paru angka 6. Cacing menembus dinding alveolus, melalui bronkiulus dan bronkus cacing bergerak menuju trakea angka 7. Dari trakea menuju faring, sehingga menimbulkan ransangan pada faring yang menyebabkan penderita batuk dan cacing tertelan menuju usus halus.

Author:Zululkis Yozshuk
Country:Bhutan
Language:English (Spanish)
Genre:Software
Published (Last):19 February 2015
Pages:316
PDF File Size:15.93 Mb
ePub File Size:20.52 Mb
ISBN:962-3-35337-469-8
Downloads:66352
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Fenrir



Pada angka 1 dalam gambar di atas, cacing dewasa yang tinggal di usus kecil manusia melakukan perkawinan dalam sehari, cacing betina mampu memproduksi Pada angka 2, dimana telur-telur keluar bersama feses, telur-telur yang dibuahi akan berekmbang menjadi bentuk infektif dalam 3 minggu, yang ditunjukan pada angka 3.

Pada angka 4, bentuk infektif yang tertelan akan menetas di usus halus angka5. Larva yangmenetas menembus dinding usus halus menuju pembuluh darah atau saluran limfe menuju paru-paru angka 6. Cacing menembus dinding alveolus, melalui bronkiulus dan bronkus cacing bergerak menuju trakea angka 7. Dari trakea menuju faring, sehingga menimbulkan ransangan pada faring yang menyebabkan penderita batuk dan cacing tertelan menuju usus halus. Di usus halus larva berkembang menjadi dewasa. Dari larva tertelan sampai cacing bertelur kembali dibutuhkan kurang lebih bulan.

Gejala yang timbul pada penderita bisa disebabkan oleh cacing dewasa dan larva. Gangguan karena larva biasanya terjadi pada saat larva berada di paru-paru. Sehingga 1. Pada saat larva berada di paru-paru, rentan terjadi pendarahan kecil di dinding alveolus dan gangguan batuk, demam, dan eosinofilia. Gambaran infiltrat pulmoner yang tampak pada rontgen foto dengan disertai adanya eosinofilia yang disebut Sinddrom loefler.

Adanya larva dalam paru-paru bisa mengakibatkan pneumonitis terutama bila jumlah larva cukup banyak 4. Reaksi jaringan yang hebat dapat terjadi di sekitar hati dan paru disertai infiltrasi eosinofil, makrofag dan sel-sel epiteloid. Hal ini disebut pneumonitis ascaris. Ketika larva menembus paru dapat menimbulkan kerusakan pada epitel bronkus dan terjadi reaksi jaringan yang hebat Gangguan yang disebabkan oleh cacing dewasa saat berada di usus membuat penderita mengalami mual, nafsu makan menurun, diare.

Infeksi ringan dengan jumlah cacing cacing bisa berlangsung tanpa gejala, Keluhan yang timbul biasanya hanya berupa sakit perut yang tidak jelas. Di dalam usus, cacing mengganggu arbsorbsi nutrisi oleh usus.

Pada anak-anak terutama dibawah 5 tahun dapat mengakibatkan defisiensi gizi yang berat dan kegagalan arbsorbsi karbohidrat jika jumlah cacing cukup banyak. Secara klinis, anemia hipocrom terjadi pada infeksi yaang cukup lama. Anemia terjadi karena penderita mengalami malnutrisi karena malabsorbsi dan kehilangan darah karena kolon yang rapuh serta cacing yanng menghisap darah.

Cacing dewasa dapat berpindah erratic migration ke organ-organ yang lainnya seperti saluran empedu, kandung empedu, hepar, apendix dan peritoneum dan bronkus. Hal ini dapat berakibat sangat serius. Cacing dewasa bisa saling melilit sehingga membentuk gumpalan yang bisa menyumbat saluran usus dan mengakibatkan terjadinya ileus obstruktivus yang berakibat fatal.

Diagnosis ditegakkan dengan menemukan telur yang diperoleh melalui anal swab atau pada tinja secara langsung. Adanya telur dalam memastikan diagnosis askaris. Selain itu diagnosis dapat dibuat dengan menemukan cacing dewasa dari tinja, langsung dari permukaan perianal atau bila cacing dewasa keluar sendiri melalui mulut atau hidung karena muntah. Tindakan rontgenologis pada organ-organ yang dicurigai. Pada bilas lambung akan ditemukan larva. Metode langsung a. Sediaan langsung tanpa pewarnaan 1 Sediakan obyek glass yang bersih dan kering 2 Teteskan pada bagian kiri dan kanan obyek glass, kemudian masing-masing ditetesi air garam faal NaCl jarak 4 cm.

Sediaan langsung dengan pewarnaan iodium lugol 1 Sediakan obyek glass yang bersih dan kering. Diaduk dengan batang pengaduk, sehingga homogen dan ditambahkan ZnSO4 sampai batas 1.

Untuk perorangan dapat digunakan bermacam-macam obat seperti : 1. Mebendazole Vermox : mg BD x 3 hari 2. Albendazole mg 3. Piperazine Adiver : diberikakn pada pagi hari dan kadang-kadang 4.

MAKALAH ASCARIS LUMBRICOIDES PDF

MAKALAH Ascaris lumbricoides

Infeksi cacing usus masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang termasuk Indonesia. Dikatakan pula bahwa masyarakat pedesaan atau daerah perkotaan yang sangat padat dan kumuh merupakan sasaran yang mudah terkena infeksi cacing Di era globalisasi seperti saat ini suatu negara dituntut untuk dapat bersaing dengan negara-negara lain. Khususnya bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia, ini adalah kesempatan untuk mengejar ketinggalan agar tidak tersisihkan dari persaingan global. Karena hal tersebut pemerintah wajib untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, faktor yang sangat menentukan kemajuan suatu negara adalah faktor kesehatan masyarakatnya. Namun masih banyak hambatan untuk menyehatkan masyarakat salah satunya adalah masih tingginya kasus penyakit infeksi seperti penyakit infeksi yang disebabkan oleh cacing terutama yang ditularkan melalui tanah.

GA 6VX7B 4X PDF

Latar Belakang Indonesia masih banyak penyakit yang merupakan masalah kesehatan, salah satu diantaranya ialah cacing gelang yang ditularkan melalui tanah. Cacingan ini dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan dan produktifitas penderitanya sehingga secara ekonomi banyak menyebabkan kerugian, karena menyebabkan kehilangan karbohidrat dan protein serta kehilangan darah, sehingga menurunkan kualitas sumber daya manusia. Prevalensi cacingan di Indonesia pada umumnya masih sangat tinggi, terutama pada golongan penduduk yang kurang mampu mempunyai risiko tinggi terjangkit penyakit ini. Diagnosa pada umumnya, Serta cara pengobatan ataupun terapi untuk penderita cacing Ascaris lumbricoides. Ascaris lumbricoides hidup di dalam tubuh tepatnya di dalam usus halus. Ascaris lumbricoides hidup di dalam usus halus karena di dalam usus halus cacing perut ini dapat memperoleh makanan dengan mudah.

Related Articles