LAPORAN PRAKTIKUM AMPHIBI PDF

Amphibia bertelur di air atau menyimpan telur di tempat lembab dan basah. Ketika menetes, larvanya dikatakan berudu yang hidup di air atau ditempat basah tersebut dan bernafas dengn insang. Setelah beberapa lama berudu kemudian berubah bentuk menjadi katak dewasa yang umumnya hidup di darat atau ditempat yang lebih kering dan bernafas dengan paru-paru Djuanda, Amphibia adalah vertebrata yang secara tipikal dapat hidup baik dalam air tawar dan di darat. Sebagian besar mengalami metamofosis dari berudu aquatis dan bernapas dengan insang ke dewasa amphibius dan bernapas dengan paru-paru , namun beberapa jenis amphibius tetap memilki insang selama hidupnya. Jenis-jenis sekarang tidak memiliki sisik luar, kulit biasanya tipis dan basah Djarubito,

Author:Jugrel Dora
Country:Lebanon
Language:English (Spanish)
Genre:Personal Growth
Published (Last):16 April 2018
Pages:160
PDF File Size:4.41 Mb
ePub File Size:19.74 Mb
ISBN:364-5-28068-453-6
Downloads:55813
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tusho



Pankreas 5. Ovaduct 6. Kandung kemih 7. Kloaka 1. Rana cancarivora a. Morfologi Struktur morfologi Rana cancarivora adalah memiliki sepasang mata yang terdiri atas selaput niktitans yang berfungsi untuk melindungi mata dari gesekan air.

Hidung pada katak di gunakan ketika melakukan pernapasan menggunakan paru-paru. Katak memiliki membran tymphani yang digunakan sebagai alat pendengaran pada katak. Katak dapat bergerak dengan anggota gerak bagian depan anterior dan anggota gerak bagian belakang posterior yang terdiri atas lengan atas, lengan bawah, paha atas, betis dan jari-jari. Anggota gerak ini digunakan katak untuk bergerak atau menempel pada tempat yang lembab, pada kaki katak terdapat selaput yang di sebut selaput natataria yang digunakan katak untuk berenang ketika berada di dalam air.

Struktur Anatomi Adapun struktur anatomi katak adalah semua organ yang terdapat di dalam bagian tubuh katak yang terdiri atas mulut, esophagus, lambung, usus kecil, usus besar, paru-paru, jantung, ginjal, hati, empedu, pankreas, kandung kemih, oviduct dan kloaka.

Dari organ anatomi katak ini terdapat sistem yang di bentuk dari kerja organ secara bersamaan, yaitu: sistem respirasi, sistem sirkulasi, sistem reproduksi dan sistem pencernaan. Sistem Respirasi Sistem respirasi pada katak dapat berupa paru-paru ketika di darat, adapun sistemnya adalah: udara masuk melalui lubang hidung, kemudian melewati trakea dan sampai ke paru-paru, kemudian setelah proses masuknya udara ke dalam tubuh inspirasi udara yang dipakai dalam proses metabolisme dan aktivitas organ tubuh katak akan menghasilkan karbondioksida yang akan dikeluarkan dalam proses ekspirasi yaitu udara dari seluruh tubuh akan dibawa dari paru-paru melewati trakea dan keluar melalui lubang hidung.

Sistem Sirkulasi Sistem sirkulasi pada katak yaitu sistem sirkulasi ganda tertutup, artinya ganda adalah dua kali melewati jantung dan tertutup artinya darah tidak keluar dari pembuluh darah. Sistem sirkulasi pada katak ini dimulai dari darah yang mengalir dalam tubuh membawa karbondioksida hasil metabolisme dan aktivitas sel lainnya, kemudian darah akan masuk ke dalam atrium kanan dan mengalir ke ventrikel kemudian dari ventrikel darah di pompa ke paru-paru untuk pertukaran karbondioksida dengan oksigen.

Darah yang banyak mengandung oksigen akan di pompa kembali ke atrium kiri dan mengalir ke ventrikel kemudian di pompa ke seluruh tubuh pada katak untuk kebutuhan metabolisme dan aktivitas tubuh lainnya. Sistem Reproduksi Sistem reproduksi pada katak betina adalah dengan menghasilkan sel telur yang dikeluarkan oleh oviduct.

Sedangkan pada jantan terdapat testis yang menghasilkan sel sperma. Vertilisasi pada katak terjadi di luar tubuh vertilisasi eksternal sehingga pertemuan sel telur dan sel sperma terjadi di dalam air kemudian berkembang menjadi individu yang baru. Sistem Pencernaan Sistem pencernaan pada katak dimulai ketika katak menelan makanan, makanan akan di telan melewati mulut esophagus dengan gaya peristaltik makan makanan akan di turun sampai pada lambung.

Pada lambung terjadi pencernaan dengan mekanik dan kimia, pencernaan dengan mekanik adalah proses penghalusan makanan yang telah di makan katak kemudian pencernaan kimia adalah proses pemecahan makanan dengan menggunakan enzim.

Setelah makanan di proses dalam lambung, akan turun ke dalam usus kecil dimana sari-sari makanan akan di serap dan di proses untuk kebutuhan tubuh, setelah itu makanan akan turun ke usus besar, terjadi penyerapan air dalam jumlah besar dan dari sini akan di hasilkan sisa-sisa metabolisme yang akan di keluarkan melalui kloaka.

Daftar Pustaka Sianipar, Prowel. Zoologi Dasar. Jakarta: Erlangga Kimball, J,W. Biologi edisi kelima jilid 3. Jakarta: Erlangga Abed.

IBN KATHIR AL BIDAYA WA NIHAYA PDF

Laporan Praktikum Biologi Dasar Amphibi

Latar belakang Amphibi merupakan hewan dengan kelembaban kulit yang tinggi tidak tertutupi oleh rambut dan mampu hidup di air maupun di darat. Amphibi mempunyai dua bentuk kehidupan yaitu di air dan di darat, pada umumnya amphibi mempunyai siklus hidup awal diperairan dan siklus kedua di daratan. Pada masa berudu amphibi hidup di perairan. Pada pase ini berudu bergerak dengan ekor. Pada fase dewasa hidup didarat dan bernafas dengan paru-paru dan fase dewasa ini amphibi bergerak dengan kaki. Perubahan cara bernafas yang seiring dengan peralihan kehidupan dari perairan ke daratan menyebabkan hilangnya insang dan rangka insang lama kelamaam menghilang, pada anura tidak di temukan leher sebagai mekanisme adaptasi terhadap hidup di dalam liang dan bergerak dengan cara melompat.

DILENSKA PRIRUCKA OCTAVIA PDF

Amphibia berasal dari bahasa Yunani yaitu Amphi yang berarti dua dan Bios yang berarti hidup. Karena itu amphibi diartikan sebagai hewan yang mempunyai dua bentuk kehidupan yaitu di darat dan di air. Pada umumnya, amphibia mempunyai siklus hidup awal di perairan dan siklus hidup kedua adalah di daratan. Zug, Amfibia atau amfibi Amphibia , umumnya didefinisikan sebagai hewan bertulang belakang vertebrata yang hidup di dua alam; yakni di air dan di daratan.

LOGOI FERNANDO VALLEJO PDF

Amfibia bertelur di air, atau menyimpan telurnya di tempat yang lembab dan basah. Ketika menetas, larvanya yang dinamai berudu hidup di air atau tempat basah tersebut dan ber napas dengan insang. Setelah beberapa lama, berudu kemudian berubah bentuk ber metamorfosa menjadi hewan dewasa, yang umumnya hidup di daratan atau di tempat-tempat yang lebih kering dan bernapas dengan paru-paru. Dari hasil pengamatan kami pada katak Rana Sp dan kodok Bufo Sp pada katak mempunyai panjang 9 cm dan lebar 1,5 cm. Sedangkan pada kodok panjang seluruh tubuh 13 cm, lebar 2 cm, panjang kepala 1,5 cm, lebar kepala 1,5 cm, panjang kaki depan 2,5 cm, kaki belakang 9 cm dan diameter mata 0,5 cm.

Related Articles