KOMPLIKASI ODONTEKTOMI PDF

Gigi impaksi dapat diakibatkan adanya halangan gigi tetangga, lapisan tulang yang padat atau jaringan lunak yang tebal. Gigi impaksi dapat mengganggu fungsi pengunyahan dan sering menyebabkan berbagai komplikasi. Oleh karena itu, diperlukan tindakan pembedahan yang disebut odontektomi. Tindakan odontektomi sering menyebabkan komplikasi post odontektomi berupa perdarahan, trismus, edema, dry socket dan paraestesi. Derajat tingkat kesulitan diduga sebagai salah satu penyebab terjadinya komplikasi post odontektomi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara derajat tingkat kesulitan odotektomi dengan komplikasi post odontektomi gigi impaksi molar ketiga rahang bawah pada pasien di Instalasi Gigi dan Mulut RSUDZA Banda Aceh.

Author:Mezizahn Tull
Country:Tajikistan
Language:English (Spanish)
Genre:Software
Published (Last):3 July 2017
Pages:228
PDF File Size:15.85 Mb
ePub File Size:3.37 Mb
ISBN:323-4-48666-671-1
Downloads:11084
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Goltigar



Classification of impacted mandibular third molars according to Pell and Gregory : a. Pengeluaran satu atau beberapa gigi secara bedah dengan cara membuka flap mukoperiosteal, kemudian dilakukan pengambilan tulang yang menghalangi dengan tatah atau bur.

Tindakan pembedahan untuk mengeluarkan gigi yang tidak dapat dilakukan dengan cara ekstraksi biasa atau dapat dilakukan pada gigi yang impaksi atau tertanam di bawah tulang atau mukosa. Bila terdapat infeksi fokus selulitis. Bila terdapat kelainan Patologis odontegenik. Terdapat keluhan rasa sakit atau pernah merasa sakit. Gigi impaksi terlihat mendesak gigi molar kedua.

Diperkirakan akan mengganggu perawatan orthodonsia dan pembuatan protesa. Akan mengganggu perawatan di bidang konservasi atau pembuatan mahkota gigi pada gigi molar kedua. Terdapat keluhan neurologi, misalnya : cephalgia, migrain, pain lokal atau diteruskan reffered.

Merupakan penyebab karies pada molar kedua karena retensi makanan. Terdapat karies yang tidak dapat dilakukan perawatan. Telah terjadi defek pada jaringan periodontal pada gigi molar kedua. Karies distal molar kedua yang disebabkan oleh karies posisi gigi molar ketiga. Kontraindikasi odontektomi gigi impaksi yaitu: Apabila pasien tidak menghendaki giginya dicabut. Bila panjang akar belum mencapai sepertiga atau dua pertiga.

Bila tulang yang menutupi gigi yang tertanam terlalu banyak. Bila tulang yang menutupinya sangat termineralisasi dan padat yaitu pada pasien yang berusia lebih dari 26 th atau usia lanjut. Yaitu apabila kemampuan pasien untuk menghadapi tindakan pembedahan terganggu oleh kondisi fisik atau mental tertentu.

Persiapan tindakan odontektomi. Dalam mempersiapkan tindakan odontektomi perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. Dilakukan pemeriksaan foto Ro berupa foto periapikal, foto bitewing, foto oklusal, foto panoramic dan foto lateral view of mandibula.

Jenis foto yang diperlukan disesuaikan dengan kebutuhan pada tindakan odontektomi. Mengetahui dari klasifikasi gigi impaksi. Hal ini penting karena dengan mengetahui klsifikasi maka operator dapat memperkirakan tingkat kesulitan yang akan dihadapi dalam tindakan odontektomi sehingga operator dapat mempersiapkan prosedur operasi dengan lebih baik.

Desain flap. Untuk flap mukoperiosteal, periosteum diambil secara menyeluruh, tidak sobek , tidak lubang dan tidak terkoyak. Menentukan metode odontektomi yang dipilih dengan memperhatikan faktor intrinsik gigi dan faktor extrinsik jaringan sekitar gigi. Menentukan apakah memungkinkan pembedahan dilakukan dengan anestesi lokal atau membutuhkan anestesi umum.

Penatalaksanaan tindakan Odontektomi pada gigi impaksi M3 rahang bawah. Langkah-langkah pembedahan dilakukan sebagai berikut: Mempersiapkan instrumentarium steril untuk tindakan odontektomi. Pembedahan dilakukan dengan teknik asepsis. Sangat dianjurkan untuk memberikan antibiotika dan antiflogistik sehari sebelum dilakukan odontektomi.

Selanjutnya dilakukan mandibular blok anestesi. Dibuat garis insisi yang dimulai dari pertengahan bagian distal gig molar kedua ke arah posterior membelok ke lateral agar insisi tetap berada di atas tulang untuk menghindari trauma iris jaringan lunak, pembuluh darah di daerah lingual dan saraf lingualis.

Insisi ke arah anterior dibuat tepat pada gingiva dan pada bagian distal gigi molar kedua turun ke arah kaudal dan kembali ke arah anterior sejajar garis oklusal untuk menghindari kerusakan pada gingival attachment gigi molar kedua.

Insisi dengan menggunakan teknik ini mempunyai keuntungan, yaitu flap dapat dibuka dengan luas sesuai dengan kebutuhannnya, dengan cara memperpanjang garis insisi ke arah anterior. Dilakukan dengan cara memotong tulang lapis demi lapis sehingga bagian gigi yang tertutup tulang terlihat. Selanjutnya pembukaan tulang dapat diperluas dengan mengambil tulang di sekeliling gigi impaksi dan berpedoman pada bentuk gigi yang impaksi.

P ada tahapan ini pemakaian fissure bur sangat tidak dianjurkan untuk menghindari trauma pada jaringan yang lebih dalam. Adapun tahapan odontektomi dengan metode split technique adalah sebagai berikut Dilakukan disinfeksi jaringan di luar dan di dalam rongga mulut sebelum odontektomi, dapat digunakan obat kumur antiseptik selanjutnya dilakukan blok anestesi.

Dibuat insisi dengan memperhitungkan garis insisi tetap akan berada di atas tulang rahang setelah pengambilan jaringan tulang pasca odontektomi, dan selanjutnya dibuat flap. Tulang yang menutup gigi diambil seminimal mungkin dengan perkiraan besar setengah dari besar gigi yang akan dikeluarkan.

Selanjutnya dilakukan pemotongan gigi yang biasanya dimulai dengan memotong pertengahan mahkota gigi molar ketiga impaksi ke arah bifurkasi atau melakukan pemotongan pada regio servikal untuk memisahkan bagian mahkota dan akar gigi. Selanjutnya dilakukan pemotongan menjadi bagian-bagian lebih kecil sesuai dengan kebutuhan. Mahkota gigi dapat dipotong menjadi dua sampai empat bagian, demikian pula pada bagian akarnya, kemudian bagian-bagian tersebut dikeluarkan satu per satu.

GHOSTSCRIPT DOWNSAMPLE PDF

KOMPLIKASI ODONTEKTOMI PDF

Classification of impacted mandibular third molars according to Pell and Gregory : a. Pengeluaran satu atau beberapa gigi secara bedah dengan cara membuka flap mukoperiosteal, kemudian dilakukan pengambilan tulang yang menghalangi dengan tatah atau bur. Tindakan pembedahan untuk mengeluarkan gigi yang tidak dapat dilakukan dengan cara ekstraksi biasa atau dapat dilakukan pada gigi yang impaksi atau tertanam di bawah tulang atau mukosa. Bila terdapat infeksi fokus selulitis. Bila terdapat kelainan Patologis odontegenik. Terdapat keluhan rasa sakit atau pernah merasa sakit. Gigi impaksi terlihat mendesak gigi molar kedua.

LAPORAN PRAKTIKUM AMPHIBI PDF

PDF Windows

Instruksi yang diberikan paska operasi harus dipatuhi oleh pasien untuk meminimalisir terjadinya komplikasi. Kepatuhan pasien pada instruksi paska operasi menjadi salah satu faktor yang dapat mengurangi terjadinya komplikasi paska odontektomi. Tujuan Penelitian :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan pasien padainstruksi paska operasi dengan komplikasi paska odontektomi di klinik gigi swasta di Yogyakarta. Metode Penelitian :Jenis penelitian ini adalahsurvey analitikdengantarafpengambilan datacross sectional. Penelitian ini dilaksanakan bulan Oktober-Desember

CIT CHAMBLY PDF

Brashicage Treatment of chronic osteomyelitis in Korea. Creators Email Dimas Komplikwsi. Chronic osteomyelitis of the maxilla and mandible: Contribution Name Email Contributor. Another important problem of paresthesias is lawsuits involving the dentist. From the results of clinical examination and radiographic findings made the diagnosis of chronic osteomyelitis of the mandible. Oral Komppikasi Dent Update. In Oral and Maxillofacial Surgery clinic there is no detailed data on the distribution, length of treatment, the relationship of age, sex, position of the mandibular third molar teeth and mapping paresthesias.

DESCARGAR GRATIS CALCULO VECTORIAL MARSDEN TROMBA PDF

Komplikasi post odontektomi gigi molar ketiga rahang bawah impaksi Complication post-odontectomy of lower third molar impacted Adisti Dwipayanti Universitas Airlangga Surabaya Winny Adriatmoko Universitas Negeri Jember Abdul Rochim Universitas Negeri Jember Abstract Background: Lower third molar teeth had interference in eruption frequently like impaction. Odontectomy oftencauses pain, trismus and swelling. Purpose: The aim of this study is to compare percentage of complication afterodontectomy lower third molar based on sex, age and a level of difficulty, also the most common complication. Methods: Study design used analytic observational, data gathered from subjective and objective examination afterodontectomy in oral surgery department FKG Jember University. Result: From 63 patients, the complication afterodontectomy lower third molar impacted more fragile in woman than man, age group years old and moderatedifficulty level. Conclusion:The most common complication after odontectomy is swelling with trismus.

Related Articles