AKLIMATISASI KULTUR JARINGAN PDF

Tanaman hasil kultur jaringan tidak bisa langsung ditanam begitu saja dalam pot. Pucuk-pucuk dan planlet in vitro yang diregenerasikan di dalam lingkungan dengan kelembaban tinggi dan bersifat heterotrof, harus berubah menjadi autotrof bila dipindahkan ke tanah atau lapangan. Tanaman hasil kultur jaringan planlet atau tunas mikro perlu mendapatkan perlakuan khusus untuk dapat hidup di lingkungan baru hingga menjadi bibit baru yang siap ditanam di lapang. Proses pemindahan merupakan langkah akhir dari prosedur mikropropagasi dan diistilahkan sebagai tahap aklimatisasi. Tahap aklimatisasi merupakan tahapan kritis karena kondisi iklim dilapang sangat berbeda dengan kondisi dalam botol, sehingga diperlukan penyesuaian.

Author:Sakazahn Shaktizuru
Country:Japan
Language:English (Spanish)
Genre:Art
Published (Last):14 June 2008
Pages:208
PDF File Size:14.83 Mb
ePub File Size:2.40 Mb
ISBN:495-2-52389-493-5
Downloads:66875
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Misar



Aklimatisasi merupakan kegiatan akhir teknik kultur jaringan. Aklimatisasi adalah proses pemindahan planlet dari lingkungan yang terkontrol aseptik dan heterotrof ke kondisi lingkungan tak terkendali, baik suhu, cahaya, dan kelembaban, serta tanaman harus dapat hidup dalam kondisi autotrof, sehingga jika tanaman planlet tidak diaklimatisasi terlebih dahulu tanaman planlet tersebut tidak akan dapat bertahan dikondisi lapang.

Aklimatisasi dilakukan untuk mengadaptasikan tanaman hasil kultur jaringan terhadap lingkungan baru sebelum ditanam dan dijadikan tanaman induk untuk produksi dan untuk mengetahui kemampuan adaptasi tanaman dalam lingkungan tumbuh yang kurang aseptik. Aklimatisasi bertujuan untuk mengadaptasikan tanaman hasil kultur terhadap lingkungan baru sebelum kemudian ditanam di lahan yang sesungguhnya. Aklimatisasi adalah suatu proses dimana suatu tanaman beradaptasi sengan perubahan lingkungan.

Berdasarkan uraian diatas maka perlu adanya pengetahuan tentang bagaimana Memberikan pengalaman tentang tata cara aklimatisasi planlet hasil kultur jaringan, serta Mengadaptasikan tanaman hasil kultur jaringan terhadap lingkungan baru sebelum ditanam di lapang dan untuk mengetahui kemampuan adaptasi tanaman dalam lingkungan tumbuh yang kurang aseptik. Kegunaan dari praktikum ini yaitu agar kita dapat mengadaptasikan tanaman hasil kultur jaringan terhadap lingkungan baru sebelum ditanam di lapang dan untuk mengetahui kemampuan adaptasi tanaman dalam lingkungan tumbuh yang kurang aseptik.

Aklimatisasi adalah proses pemindahan planlet dari lingkungan yang terkontrol aseptik dan heterotrof ke kondisi lingkungan tidak terkendali, baik suhu, cahaya, dan kelembaban, serta tanaman harus dapat hidup dalam kondisi autotrof, sehingga jika tanaman planlet tidak diaklimatisasi terlebih dahulu tanaman planlet tersebut tidak akan dapat bertahan dikondisi lapang.

Aklimatisasi adalah suatu proses dimana suatu tanaman beradaptasi sengan perubahan lingkungan Torres, Pada tahap ini aklimatisasi diperlukan ketelitian karena tahap ini merupakan tahap kritis dan seringkali menyebabkan kematian planlet. Beberapa sumber menuliskan penjelasan yang berkaitan dengan hal tersebut. Bibit yang ditumbuhkan secara in vitro mempunyai kutikula yang tipis dan jaringan pembuluh yang belum sempurna Wetherell, Kutikula yang tipis menyebabkan tanaman lebih cepat kehilangan air dibanding dengan tanaman yang normal dan ini menyebabkan tanaman tersebut sangat lemah daya bertahannya.

Walaupun potensialnya lebih tinggi, tanaman akantetap menjadi layu karena kehilangan air yang tidak terbatas Pospisilova et al, Kondisi tersebut menyebabkan tanaman tidak dapat langsung ditanam dirumah kaca Wetherelll, Mengacu pada penjelasan tersebut di atas maka planlet terlebih dahulu harus ditanam didalam lingkungan yang memadai untuk pertumbuhannya kemudian secara perlahan dilatih untuk terus dapat beradaptasi dengan lingkungan sebenarnya di lapang.

Lingkungan yang tersebut secara umum dapat diperoleh dengan cara memindahkan planlet kedalam plastik atau boks kecil yang terang dengan terus menurunkan kelembaban udaranya.

Planlet-planlet tersebut kemudian diaklimatisasi secara bertahap mengurangi kelembaban relatif lingkungannya, yaitu dengan cara membuka penutup wadah plastik atau boks secara bertahap pula Torres, Selain itu, tanaman juga memerlukan akar untuk menyerap hara agar dapat tumbuh dengan baik sehingga dalam tahap aklimatisasi ini diperlukan suatu media yang dapat mempermudah pertumbuhan akar dan dapat menyediakan hara yang cukup bagi tanaman planlet yang diaklimatisasi tersebut.

Media yang remah akan memudahkan pertumbuhan akar dan melancarkan aliran air, mudah mengikat air dan hara, tidak mengandung toksin atau racun, kandungan unsur haranya tinggi, tahan lapuk dalam waktu yang cukup lama.

Media aklimatisasi bibit kultur jaringan krisan dan kentang di Indonesia saat ini adalah media arang sekam atau media campuran arang sekam dan pupuk kandang Marzuki, Arang sekam merupakan salah satu media hidroponik yang baik karena memiliki beberapa keunggulan sebagai berikut; mampu menahan air dalam waktu yang relatif lama, termasuk media organik sehingga ramah lingkungan, lebih steril dari bakteri dan jamur karena telah dibakar terlebih dahulu, dan hemat karena bisa digunakan hingga beberapa kali Sinaga, Keluarkan planlet dari botol dengan hati-hati agar tidak putus dan pastikan bibit tersebut telah berakar, cuci bersih planlet dengan air yang sudah dimasak secara perlahan dan pastikan semua agar-agar sudah tidak ada pada akar planlet, 2.

ASME B36.10M-2004 PDF

Kultur Jaringan: Pengertian, Teknik, Syarat, Keuntungan dan Manfaatnya

Planlet yang dipelihara dalam keadaan steril dalam lingkungan suhu dan kelembaban optimal, sangat rentan terhadap lingkungan luar lapang. Mengingat sifat-sifat tersebut, sebelum ditanam di lapang, planlet memerlukan aklimatisasi. Aklimatisasi dapat dilakukan di rumah kaca atau pesemaian, baik di rumah kaca atau pesemaian. Dalam aklimatisasi, lingkungan tumbuh terutama kelembaban berangsur-angsur disesuaikan dengan kondisi lapang. Aklimatisasi merupakan proses pemindahan planlet dari lingkungan yang terkontrol aseptik dan heterotrof ke kondisi lingkungan tak terkendali, baik suhu, cahaya, dan kelembaban, serta tanaman harus dapat hidup dalam kondisi autotrof, sehingga jika tanaman planlet tidak diaklimatisasi terlebih dahulu tanaman planlet tersebut tidak akan dapat bertahan dikondisi lapang. Aklimatisasi merupakan kegiatan akhir teknik kultur jaringan. Aklimatisasi dilakukan untuk mengadaptasikan tanaman hasil kultur jaringan terhadap lingkungan baru sebelum ditanam dan dijadikan tanaman induk untuk produksi dan untuk mengetahui kemampuan adaptasi tanaman dalam lingkungan tumbuh yang kurang aseptik.

J A SAARE CRIMSON SUNRISE PDF

Aklimatisasi

Juni 15, PENDAHULUAN Pucuk-pucuk dan planlet dari in vitro yang diregenerasikan di dalam lingkungan dengan kelembaban yang tinggi dan bersifat heterotroph, harus berubah menjadi autotroph bila dipindahkan ke tanah atau lapangan. Proses pemindakan merupakan langkah akhir dari prosedur mikropropagasi dan diistilahkan sebagai tahap aklimatisasi. Menurut Yusnita , aklimatisasi yaitu suatu upaya mengkondisikan planlet atau tunas mikro hasil perbanyakan melalui kultur invitro ke lingkungan in vivo yang aseptik. Aklimatisasi merupakan proses yang penting dalam rangkaian aplikasi kultur jaringan untuk mendukung pengenmbangan pertanian. Di samping itu, medium tumbuh pun memiliki peranan yang cukup penting, khususnya bila pucuk-pucuk mikro yang diaklimatisasikan belum membentuk sistem perakaran yang baik Zulkarnain,

ATURDIMIENTO MIOCARDICO PDF

Tahap-Tahap Kultur Jaringan

Tujuan dari aklimatisasi adalah untuk mengkondisikan tanaman agar tidak terjadi stress pada waktu ditanam di lapangan. Lapisan lilin tidak berkembang dengan baik 2. Sel-sel palisade daun hanya terbentuk dalam jumlah sedikit 3. Jaringan pembuluh dari akar ke pucuk kurang berkembang 4.

Related Articles