JENIS CAIRAN KRISTALOID PDF

Keuntungan cairan kristaloid antara lain mudah tersedia, murah, mudah dipakai, tidak menyebabkan reaksi alergi dan sedikit efek samping. Kelebihan cairan kristaloid pada pemberian dapat berlanjut dengan edema seluruh tubuh sehingga pemakaian berlebih perlu dicegah. Larutan RL adalah larutan isotonis yang paling mirip dengan cairan ekstraseluler. RL dapat diberikan dengan aman dalam jumlah besar kepada pasien dengan kondisi seperti hipovolemia dengan asidosis metabolik, kombustio dan sindroma syok. Tempat metabolisme laktat terutama adalah hati dan sebagian kecil pada ginjal, sedangkan asetat dimetabolisme pada hampir seluruh jaringan tubuh dengan otot sebagai tempat terpenting. Penggunaan Ringer Asetat sebagai cairan resusitasi patut diberikan pada pasien dengan gangguan fungsi hati berat seperti sirosis hati dan asidosis laktat.

Author:Tejind Gardakazahn
Country:Barbados
Language:English (Spanish)
Genre:Spiritual
Published (Last):26 November 2013
Pages:231
PDF File Size:2.87 Mb
ePub File Size:2.52 Mb
ISBN:136-6-53740-761-1
Downloads:83594
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Zukazahn



Share to Facebook Share to Twitter Pemberian cairan infus merupakan salah satu perawatan medis yang disediakan oleh rumah sakit pada pasien yang kehilangan cairan dan zat-zat makanan dalam tubuh.

Perawatan medis ini dilakukan dengan cara mengaliri tubuh melalui selang dan jarum infus pada pembuluh darah. Pemberian cairan infus harus sesuai dengan aturan dokter dengan memperhatikan jenis dan jumlah cairan sesuai dengan kebutuhan pasien. Ada beberapa jenis cairan infus yang sering digunakan oleh pasien dalam beberapa kondisi. Berikut ini dapat kita simak penjelasannya. Trigger 1. Cairan kristaloid Unsplash. Cairan ini digunakan pada pasien dengan tujuan untuk mengembalikan keseimbangan elektrolit, mengembalikan pH tubuh, menghindari dehidrasi dan dijadikan sebagai cairan resusitasi.

Ada beberapa jenis dalam cairan kristaloid, yakni cairan Saline, Laktat dan Dextrose. Semua cairan tersebut tentunya memiliki kandungan yang berbeda-beda tergantung pada kondisi pasien. Trigger 2. Cairan koloid mirellemedispa.

Umumnya cairan ini diberikan pada pasien yang menderita sakit krisis dan pasien yang telah melakukan operasi bedah. Cairan koloid juga memiliki berbagai jenis, termasuk cairan Gelatin, Albumin dan Dextran.

Trigger 3. Cairan asering usada.

PAZI STA ZELIS MOZDA TI SE I OSTVARI PDF

15 Jenis-Jenis Cairan Infus dan Fungsinya

Proporsi cairan tubuh ini menurun seiring dengan bertambahnya usia. Cairan antar ruang dapat saling bergerak difusi sesuai dengan kebutuhan tubuh melalui respon terhadap gradien konsentrasi elektrolit. Volume ekstrasel terbagi menjadi volume interstitial dan intravaskuler. Secara normal, keseimbangan cairan intravaskuler dijaga oleh adanya tekanan onkotik yang berasal dari molekul-molekul intravaskuler yang berukuran besar, pergerakan cairan limfe dari interstitial ke intravaskuler, serta adanya tekanan yang mempertahankan volume ekstrasel tetap. Semua faktor tersebut akan membuat cairan masuk ke dalam ruang intravaskuler. Sedangkan faktor yang berlawanan seperti adanya tekanan hidrostatik oleh jantung dan sirkulasi serta tekanan onkotik cairan interstitial akan menyebabkan cairan keluar dari ruang intravaskuler.

LA GRINGA CARMEN RIVERA PDF

5 Jenis Cairan Infus yang Sering Digunakan Pasien, Sudah Tahu?

Share to Facebook Share to Twitter Pemberian cairan infus merupakan salah satu perawatan medis yang disediakan oleh rumah sakit pada pasien yang kehilangan cairan dan zat-zat makanan dalam tubuh. Perawatan medis ini dilakukan dengan cara mengaliri tubuh melalui selang dan jarum infus pada pembuluh darah. Pemberian cairan infus harus sesuai dengan aturan dokter dengan memperhatikan jenis dan jumlah cairan sesuai dengan kebutuhan pasien. Ada beberapa jenis cairan infus yang sering digunakan oleh pasien dalam beberapa kondisi. Berikut ini dapat kita simak penjelasannya.

Related Articles