AL MUHASIBI PDF

His parents apparently left for Baghdad shortly after his birth, perhaps attracted by the many opportunities afforded by the newly founded capital. He led a normal life, owned a beautiful house, and liked sumptuous clothes. These habits had been adapted from the life-style of Christian monks. But whereas Christian monks used to live in seclusion, a Muslim ascetic felt obliged to remain an active member of his community.

Author:Zolokus Misida
Country:Nigeria
Language:English (Spanish)
Genre:Love
Published (Last):5 October 2015
Pages:74
PDF File Size:13.73 Mb
ePub File Size:18.55 Mb
ISBN:570-1-83940-606-7
Downloads:75116
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Zugis



Minggu, 13 Juni Al-Muhasibi Tasawuf Islam dari Putra Jagat Online: Saat ini kita coba mengumpulkan info tentang salah seorang Sufi Tasawuf Akhlaqi yang bernama Al-Muhasibi dari berbagai sumber penulis terdahulu yang ikhlash memberikan infonya kepada kita sebagai bahan kajian, setidaknya sebagai bahan study banding diri untuk peningkatan kualitas kesufian kita kepada Allah, mari kita simak tulisan berikut ini: Biografi Singkat Al-Muhasibi Al-Muhasibi bernama lengkap Abu Abdillah Al-Harits bin Asad Al-Bashri Al-Baghdadi Al-Muhasibi, namun beliau lebih dikenal dengan nama Al-Muhasibi.

Tatkala mengamati madzhab-madzhab yang dianut umat islam. Al-muhasibi menemukan kelompok didalamnya. Diantara mereka ada sekelompok orang yang tahu benar tentang keakhiratan, anmun jumlah mereka sangat sedikit.

Sebagian besar dari mereka adalah orang-orang yang mencari ilmu karena kesombongan dan motivasi keduniaan. Diantara mereka terdapat pula orang-orang terkesan sedang melakukan ibadah karenaAllah,tetapi sesunguhnya tidak demikian. Menurut Al-Muhasibi, tatkala sudah melaksanakan hal-hal diatas, maka seorang akan diberi petunjuk oleh Allah berupa penyatuan antara fiqh dan tasawuf.

Ia akan meneladani Rasulallah dan lebih mementingkan akhirat dari pada dunia. Ia pun menulis sebuah buku tentangnya, namun, dikabarkan bahwa ia tidak diketahui alasannya kemudian membakarnya. Ia sangat berhati-hati dalam menjelaskan batasa-batasan agama,dan tidak mendalami pengertian batin agama yang dapat mengaburkan pengertian lahirnya dan menyebabkan keraguan. Inilah yanfg mendasarinya untuk memuji sekelompok sufi yang tidak berlebih-lebihan dalam menyelami pengertian batin agama.

Kecintaan kepada Allah hanya dapat dibuktikan dengan jalan ketaatan, bukan sekedar pengungkapan kecintaan semata sebagaimana dilakukan oleh sebagian orang. Mengekspresikan kecintaan kepada Allah hanya dengan ungkapan-ungkapan, tanpa pengamalan merupakan kepalsuan samat.

Diantara implementasi kecintaan kepada Allah adalah memenuhi hati dengan sinar. Kemudian sinar ini melimpah pada lidah dan anggota tubuh yang lain. Pada tahap ketiga ini Allah menyingkapkan khazanah-khazanah keilmuan dan kegaiban kepada setiap orang yang telah menempuh kedua tahap diatas. Ia akan menyaksikan berbagai rahasia yang selama ini disimpan Allah. Ia memasukkan kedua sifat itu dengan etika-etika, keagamaan lainnya.

Dalam hal ini, ia mengaitkan kedua sifat itu dikaitkan dengan ibadah dan janji serta ancaman Allah. Ajakan ajakan Al-quran pun sesungguhnya dibangun atas dasar targhib suggesti dan tarhib ancaman. Al-quran jelas pula berbicara tentang surga dan neraka. Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman syurga dan mata air-mata air, Sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.

Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar. Seseorang yang telah melakukan amal saleh, berhak mengharap pahala dari allah.

Dan inilah yang dilakukan oleh mukmin yang sejati dan para sahabat Nabi. Wejangan-Wejangan Al-Muhasibi Apabila motivasi dalam mengajari dan membantu orang adalah ridha Allah semata, pahala pasti didapat. Tetapi jika motivasinya adalah hasrat untuk dihormati, dikagumi, dipuji dan diberi keuntungan duniawi, jangan lakukan kebaikan itu hingga motivasi anda berubah, sebab apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal.

Al Qoshosh : Kalau hati kacau karena kedua motivacsi silih berganti mengisi relung hati, jangan memaksakan diri hingga motivasi anda benar-benar mengharapkan ridha Allah Swt. Kalau anda melakukan ibadah ritual atau ibadah social dengan ikhlas, lalu ada orang yang melihat hingga timbul semangat untuk meningkatkan kualitas ibadah, ada dua kemungkinan : 1.

Kalau motivasi peningkatan kualitas adalah ria, and aria. Kalau motivasinya ikhlas, anda pengikhlas sejati. Apabila anda ragu dan tidak tahu sedang ria atau masih ikhlas, perbaharuilah niat anda dengan keikhlasan! Meskipun tidak memperbaharui niat, ibadah tetap sah, karena anda yakin akan ikhlas dan ragu akan ria. Ikhlas dan ria pada hakikatnya adalah hasrat yang membonceng keinginan beribadah. Keinginan beribadah adalah hasrat melaksanakan perintah. Ikhlas adalah mendambakan pahala Allah Swt semata dan tidak peduli dengan keadaan duniawi.

Ria adalah ambisi mendapatkan pujian, kehormatan dan tujuan-tujuan lain dalam beribadah. Ada orang yang tidak tenang karena dipuji orang atas ibadah yang dilakukannya. Jalan keluarnya adalah mencermati jiwa.

Kalau jiwanya tidak suka dan hatinya gelisah ketika dicela, dihina dan dilecehkan masyarakat, jelas ia telah ria. Sebaliknya, jika sikap masyarakat tidak mempengaruhi kalbunya, ia ikhlas.

Mungkin pada awalnya ia ria dan senang dipuji, tetapi kemudian terlintas kesadaran untuk mengabaikan pujian, masih bisa dikategorikan ikhlas.

Syekh al-Muhasibi bertanya, "Apamakna Tobat? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Al-Imron : Syekh al-Muhasibi bertanya, "Apa yg harus dilakukan oleh orang yg bertobat? Syekh al-Muhasibi bertanya, "Lalu apa yg harus dilakukan setelah itu?

Fungsi makanan seperti akal baca: hati yg menggerakkan aktivitas raga. Jika akal seseorang baik, maka baik pula seluruh aktivitas raganya. Makanan yg baik halal dan berkah akan memudahkan seseorang mengerjakan perbuatan2 yg layak dilakukan oleh orang2 yg taat kpd Allah". Jika hal itu terus-menerus dilakukan, sangat mungkin Allah akan menerima tobatnya". Syekh al-Muhasibi bertanya, "Apa yg menggerakkan seorang hamba utk bertobat?

Kapan hatiku ini merasa mantap bahwa tobat diwajibkan atasku? Dan kpn aku merasa takut bhw tobat akan terlewatkan dariku? Gurunya menjawab, "Dg mengenali Allah, seorang hamba akan segera mengetahui kewajiban bertobat, setelah ia melakukan dosa, Allah SWT berfirman, "Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. An-Nur : 31 dan firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa taubat yang semurni-murninya " QS.

At-Tahrim : 8. Tidakkah kamu mendengar Firman Allah, "dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Maka,sesungguhnya Allah telah mewajibkan tobat kepadamu, dan Dia juga mengaitkan kamu dg kedzoliman, jika kamu tdk meninggalkannya. Oleh karena itu, hendaklah seorang hamba mewajibkan atas dirinya bertobat dan menakut-nakuti dirinya dg siksa Allah, jika meninggalkan tobat. Syekh al-Muhasibi bertanya, "Apa yg menguatkanku kewajiban bertobat ini? Hati juga dilatih utk khawatir terhadap harapan ampunan Allah yg belum tentu dikabulkan, dan membiasakan diri utk takut akan adzab Allah yg segera menimpanya, jika ia terus-menerus mengerjakan perbuatan dosa.

Syekh al-Muhasibi bertanya, "Apa yg menggerakkan seseorang utk bertobat dan bangkit dari kelengahan? Gurunya menjawab, "Hendaklah dia senantiasa berada dlm keadaan takut akan siksa Allah neraka dan mengharapkan apa yg dijanjikan-Nya surga.

Allah SWT. Inilah yg menggerakkan hati seorang hamba utk bertobat. Dia juga mengimbau mereka utk selalu memperbaiki akhlaknya dan keutamaan dirinya.

Allah SWT berfirman, "dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan penerimaan taubat mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit pula terasa oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari siksa Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. At-Taubah : ". Inilah kriteria orang yg bertobat dg ketulusan jiwanya".

Syekh al-Muhasibi bertanya, "Adakah yg lain selain itu semua? Keinginan utk bertobat merupakan hidayah dan taufik-Nya, sehingga hati akan teguh melakukan amal saleh karena Allah.

Anugerah yg ada dlm Tobat berasal dari ruh makrifat-Nya". Syekh al-Muhasibi bertanya, "Jika telah sampai derajat ini, apakah orang yg bertobat masih diharuskan melakukan sesuatu? Ini adalah suatu karunia utama Allah yg dianugerahkan kepadanya". Imam masuk ke bab dua setelah materi "Tobat" adalah materi "Kelemahan Jiwa Fitrah " Syekh al-Muhasibi bertanya, "Apa yg terjadi setelah tobat?

Gurunya menjawab, "Kembali kpd perbuatan dosa yg sama karena kelemahan jiwa untuk menjauhinya fatrah ". Syekh al-Muhasibi bertanya, "Wahai Syaikh, bagaimana permulaan terjadinya kelemahan jiwa itu? Lalu, dorongan2 itu mendapat sambutan dari dlm jiwanya.

Kemudian, jiwa itu merasa nyaman dlm keadaan lemah fatrah , dan akhirnya iapun meninggalkan ketekunan dan kerja keras dlm menghindari perbuatan dosaSyekh al-Muhasibi bertanya, "Bagaimana kelemahan jiwa bisa menjadi kuat?

Syekh al-Muhasibi bertanya, "Dari mana seseorang mendpt kelemahan seperti ini? Pada saat itu dia cenderung pd kelemahan jiwa fatrah dan kelalaian bertobat, sehingga menjadi tawanan hawa nafsunya. Jika ada penjagaan yg kuat, lenyaplah kemalasan itu. Dan kita memohon perlindungan kpd Allah dari hal semacam itu. Pada saat itu tersingkaplah tirai keadilan Ilahi krn Dia membeberkan kejelekannya di hadapan semua orang. Hal yg demikian ini terjadi disebabkan oleh sedikitnya introspeksi diri muhasabah ".

Imam masuk ke bab 3 kitab "al-Qosdu wa al-Rujuu ilaa Allah" yaitu bab muhasabah Instrospeksi Diri Syekh al-Muhasibi, "apa makna muhasabah instropeksi diri?

Syekh al-Muhasibi : "Dari mana sumber muhasabah itu? Hal ini seperti yg ditanyakan oleh Nabi Yunus as. Syekh al-Muhasibi: "Apa yg dpt menguatkan seorang hamba utk melakukan muhasabah? Kedua, menyendiri dlm muhasabah sehingga dia khawatir tdk mencapai apa yg diharapkan dari muhasabah itu, dan Ketiga, takut kpd Allah SWT. Nabi saw. Syekh al-Muhasibi : Dlm muhasabah, mengapa hati dpt dikalahkan?

Hawa nafsu dan syahwat adl lawan kearifan, ilmu dan kebenaran.

HINDUISME AGAMA TAUHID TERAWAL PDF

Al-Muḥāsibī

He was born in Basra in It was his characteristic property. He was a founder of Sufi doctrine, and influenced many subsequent theologians, such as al-Ghazali. Life[ edit ] His parents left Basra for Baghdad shortly after his birth, perhaps inclined to the economic opportunities in the new capital. His father became wealthy, though al-Muhasibi refused it. Despite the affluent lifestyle available to him, he retained am ascetic quality from Al-Hasan al-Basri. He saw that Sufi practices can help control the passions, but can also result in other problems like hypocrisy and pride.

KOCHANICA FRANCUZA PDF

Harith al-Muhasibi

.

Related Articles